Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam luar biasa, termasuk dalam hal hasil hutan seperti kayu. Dengan keberagaman jenis kayu lokal yang banyak diminati buyer Internasional yang kuat, tahan lama, dan memiliki karakter estetika tinggi, tidak heran jika produk kayu dari Indonesia menjadi incaran pasar internasional. Banyak buyer luar negeri yang rela menunggu dan membayar lebih untuk mendapatkan kayu-kayu berkualitas dari Nusantara.
Namun, tidak semua kayu memiliki daya tarik yang sama. Beberapa jenis kayu lokal yang banyak diminati buyer Internasional ternyata sangat populer di pasar ekspor karena kualitas dan keunikannya. Lantas, apa saja jenis kayu lokal yang banyak diminati oleh buyer internasional?
Berikut Jenis Kayu Lokal yang Banyak Diminati Buyer Internasional

1. Kayu Jati (Tectona grandis)
Kayu jati mungkin menjadi primadona ekspor Indonesia. Terkenal dengan ketahanan terhadap rayap, kelembapan, dan cuaca ekstrem, jati kerap digunakan untuk furniture, kapal, hingga lantai rumah mewah di luar negeri. Warna cokelat keemasan dan seratnya yang indah membuat kayu jati sangat bernilai. Tidak heran, permintaan jati dari negara-negara seperti Belanda, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat selalu tinggi. Terutama jati dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang dikenal memiliki kualitas terbaik.
2. Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri)
Dijuluki “kayu besi”, kayu ulin berasal dari Kalimantan dan Sumatera. Karakteristiknya yang sangat keras dan tahan air menjadikan kayu ini favorit untuk decking, jembatan, hingga konstruksi berat. Buyer dari Eropa dan Asia Timur sangat menyukai kayu ulin karena keawetannya. Sayangnya, karena pertumbuhan pohonnya yang lambat, kini kayu ulin semakin sulit ditemukan dalam jumlah besar. Hal ini membuatnya semakin eksklusif dan bernilai tinggi di pasar internasional.
3. Kayu Sonokeling (Dalbergia latifolia)
Kayu sonokeling atau dikenal juga sebagai Indian rosewood memiliki warna gelap keunguan dan motif serat yang eksotis. Biasanya digunakan untuk bahan alat musik seperti gitar dan piano, hingga furniture kelas premium. Banyak buyer dari Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang yang mencari sonokeling karena tampilannya yang mewah dan kualitas suara yang dihasilkan jika digunakan sebagai alat musik. Nilai ekspornya cukup tinggi karena kayu ini tidak mudah didapatkan di luar Asia.
4. Kayu Merbau (Intsia bijuga)
Kayu merbau berasal dari Papua, Maluku, dan sebagian wilayah Kalimantan. Ciri khasnya adalah warna merah kecokelatan dan kekuatan tinggi yang membuatnya cocok untuk flooring, kusen, dan pintu. Buyer dari Australia dan negara-negara Eropa sangat menyukai kayu ini karena kestabilan bentuknya yang sangat baik, bahkan ketika digunakan di area lembap. Selain itu, tampilannya yang eksotik juga memberi nilai estetika tersendiri untuk rumah-rumah bergaya tropis modern.
5. Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni)
Mahoni merupakan alternatif jati yang lebih terjangkau, namun tetap memiliki penampilan elegan dan daya tahan yang baik. Kayu ini sering digunakan untuk perabot rumah tangga, interior, hingga instrumen musik. Buyer internasional dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah menjadi target utama ekspor mahoni Indonesia. Kayu ini mudah dibentuk, bertekstur halus, dan memiliki warna kemerahan yang menarik.
6. Kayu Bengkirai (Shorea laevis)
Berasal dari Kalimantan, kayu bengkirai terkenal kuat dan awet. Banyak digunakan untuk decking, pagar, dan konstruksi berat. Negara seperti Korea Selatan dan Jepang sangat menyukai bengkirai untuk kebutuhan taman dan outdoor mereka. Bengkirai juga tahan terhadap jamur dan rayap, menjadikannya favorit di pasar ekspor, terutama karena harganya yang masih relatif lebih bersahabat dibanding jati atau ulin.
Potensi Ekspor Kayu Lokal Masih Sangat Besar

Dengan permintaan dunia yang terus meningkat terhadap produk natural dan ramah lingkungan, kayu-kayu lokal Indonesia memiliki peluang emas di pasar global. Terutama jika pengolahan dan pengemasan produk dilakukan secara profesional, serta dilengkapi dengan sertifikasi legalitas dan keberlanjutan (seperti SVLK atau FSC).
Industri ekspor kayu tidak hanya soal menjual bahan mentah, tetapi juga nilai tambah dari produk olahan seperti furniture, dekorasi, atau material bangunan siap pakai. Buyer internasional kini juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan, sehingga penting bagi pengusaha lokal untuk mengedepankan praktik produksi yang ramah lingkungan.
Indonesia memiliki kekayaan jenis kayu lokal yang luar biasa. Mulai dari jati, ulin, hingga merbau dan sonokeling, semuanya memiliki keunggulan masing-masing dan diminati pasar luar negeri. Dengan pengelolaan yang baik dan strategi ekspor yang tepat, jenis-jenis kayu lokal ini tidak hanya menjadi komoditas berharga, tapi juga membawa nama Indonesia lebih harum di mata dunia.
Jika Anda seorang pengusaha atau pelaku UKM di bidang kehutanan dan furniture, jangan ragu untuk mulai mengeksplorasi pasar internasional. Dunia sedang mencari keunikan dan kualitas dan Indonesia punya keduanya dalam bentuk kayu-kayu lokal yang menawan.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai kursus ekspor online, Anda bisa mengaksesnya di website official www.kursuseksporonline,id . Anda juga bisa klik link WhatsApp 0811201823 (Mei Annisa) untuk terhubung langsung dengan tim Skillbridge
“Kursus Pelatihan Kelas Belajar Ekspor Online. Yuk daftar kursus ekspor di link ini via WA 0811 201 823 (Dara). Pasti bisa ekspor”