Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah kayu jati. Kayu jati tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga sangat diminati di pasar dunia. Kualitasnya yang unggul, daya tahan yang luar biasa, serta tampilannya yang mewah menjadikan furnitur kayu jati Indonesia sebagai primadona di kancah internasional. Tren global menunjukkan bahwa pasar dunia suka furnitur kayu jati RI, dan ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha di sektor ini.
Mengapa pasar dunia suka furnitur kayu jati RI dari Indonesia?

Furnitur kayu jati dari Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki produk dari negara lain:
- Kualitas Kayu Terbaik di Dunia
Kayu jati Indonesia (Tectona grandis) tumbuh di iklim tropis yang ideal dan memiliki kandungan minyak alami yang tinggi. Minyak ini membuat kayu tahan terhadap serangga, jamur, dan cuaca ekstrem. - Desain dan Keahlian Pengrajin
Banyak pengrajin mebel dari Jepara, Solo, hingga Bali telah menghasilkan karya seni furnitur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga artistik. Keahlian turun-temurun ini menjadi nilai tambah yang dihargai konsumen global. - Ketersediaan Bahan Baku Legal dan Berkelanjutan
Berkat sertifikasi legalitas kayu (SVLK), banyak eksportir Indonesia dapat menunjukkan bahwa produk mereka berasal dari sumber yang sah dan berkelanjutan—sebuah nilai penting dalam perdagangan internasional.
Negara Tujuan pasar dunia suka furnitur kayu jati RI
Beberapa negara yang sangat menggemari furnitur kayu jati asal Indonesia antara lain:
- Amerika Serikat
Pasar furnitur premium yang mencari keaslian dan daya tahan. - Uni Eropa
Sangat peduli dengan keberlanjutan dan legalitas, menjadikan SVLK sebagai nilai jual penting. - Jepang
Mengapresiasi estetika dan kualitas kayu jati dalam desain rumah bergaya tradisional maupun modern. - Australia & Timur Tengah
Permintaan meningkat, terutama untuk furnitur taman dan outdoor.
Tren Global: Mebel Kayu Alam Semakin Digemari
Di tengah maraknya furnitur modern berbahan plastik atau logam, justru furnitur berbahan kayu alami seperti jati kembali naik daun. Konsumen global kini lebih sadar akan keberlanjutan lingkungan dan mencari produk yang tidak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan. Furnitur kayu jati Indonesia memenuhi dua syarat ini: indah dan tahan lama.
Selain itu, pandemi COVID-19 juga mendorong banyak orang untuk mempercantik interior rumah. Permintaan furnitur rumah tangga, terutama yang berbahan alami, meningkat tajam. Ini menjadi momentum emas bagi industri mebel jati Indonesia untuk merambah pasar internasional lebih luas lagi.
Potensi Ekspor Furnitur Kayu Jati Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari USD 3 miliar. Furnitur berbahan kayu jati menjadi salah satu kontributor utama. Bahkan, sektor ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun, meski di tengah tantangan global seperti inflasi dan perlambatan ekonomi dunia.
Dengan adanya perjanjian dagang seperti IEU-CEPA (Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement), bea masuk untuk furnitur Indonesia ke pasar Eropa akan semakin rendah atau bahkan dihapuskan. Ini memberikan daya saing lebih tinggi dibanding produk dari negara lain.
Tantangan dan Solusi

Meski peluangnya besar, eksportir furnitur kayu jati juga menghadapi beberapa tantangan:
- Persaingan harga dari negara lain seperti Vietnam atau India.
- Regulasi ketat terkait lingkungan dan legalitas kayu.
- Biaya logistik dan pengiriman internasional yang meningkat.
Namun, semua tantangan ini bisa diatasi dengan strategi yang tepat:
- Fokus pada pasar premium, bukan bersaing di harga termurah.
- Perkuat branding sebagai produk berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
- Gunakan e-commerce B2B global seperti Alibaba, Faire, atau Amazon untuk menembus pasar baru.
Tips Bagi Pelaku Usaha Furnitur Kayu Jati
Bagi UMKM atau eksportir baru yang ingin terjun ke pasar ekspor, berikut beberapa tips praktis:
- Pastikan produk memiliki sertifikasi legalitas kayu (SVLK).
- Ikuti pelatihan ekspor dari pemerintah atau swasta, banyak yang gratis.
- Gunakan media sosial dan marketplace internasional untuk meningkatkan visibilitas.
- Kolaborasi dengan desainer interior untuk menciptakan produk yang sesuai tren global.
- Pertahankan kualitas produk dan pelayanan agar bisa repeat order.
Kesimpulan: Saatnya Naik Kelas Lewat Ekspor
Furnitur kayu jati bukan sekadar produk, tapi cerminan warisan budaya dan keunggulan alam Indonesia. Dengan kualitas yang diakui dunia dan tren pasar yang mendukung, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pasar dunia suka furnitur kayu jati RI.
Kini saatnya pelaku usaha lokal naik kelas, memperkuat branding, memperluas pasar, dan memperbesar skala produksi. Jika dikelola dengan baik, industri furnitur kayu jati dapat menjadi pilar ekspor non-migas Indonesia yang kuat dan berkelanjutan.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai kursus ekspor online, Anda bisa mengaksesnya di website official www.kursuseksporonline,id . Anda juga bisa klik link WhatsApp 0811201823 (Mei Annisa) untuk terhubung langsung dengan tim Skillbridge
”Kursus Pelatihan Kelas Belajar Ekspor Online.
Yuk daftar kursus ekspor di link ini via WA 0811 201 823 (Dara). Pasti bisa ekspor”